Apa pengertian dari prasangka dan diskriminasi ?
Prasangka diartikan sebagai anggapan terhadap sesuatu bahwa sesuatu itu buruk dengan tanpa kritik terlebih dahulu. Prasangka ada yang bersifat buruk ataupun yang bersifat baik.
Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, dimana layanan itu dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia,
Ini disebabkan karena kecenderungan manusia untuk membeda-bedakan yang lain. Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliranpolitik, kondisi fisik atau lain-lain.
Apa perbedaan prasangka dengan diskriminasi ?
Prasangka itu sikap yang negatif terhadaf sesuatu. Walaupun prasangka dapat juga dalam pengertian positif. Tidak sedikit orang-orang mudah berprasangka, namun banyak juga orang-orang yang lebih sukar untuk berprasangka.
Prasangka bersumber dari suatu sikap sedangkan diskriminasi menunjuk kepada suatu tindakan. Dalam pergaulan sehari-hari sikap berprasangka dan diskriminasi seolah-olah menyatu, tidak dapat dipisahkan.
Seorang yang mempunyai prasangka rasial, biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkainya. Walaupun begitu, biasa saja seseorang bertindak diskriminatif tanpa berlatar belakang pada suatu prasangka. Demikian juga sebaliknya, seseorang yang berprasangka dapat saja berperilaku tidak diskriminatif.
Apa sajakah sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi ?
- Latar belakang sejarah
- Perkembangan sosio, kultural, dan situasional
- Bersumber dari faktor kepribadian
- Perbedaan keyakinan, kepercayaan, dan agama
Apa yang dimaksud dengan etnosentrisme ?
Suatu bangsa cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai salah sesuatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan sebagainya. Segala yang berbeda dengan kebudayaan yang mereka miliki, dipandang sebagai sesuatu yang kurang baik, kurang estetis, bertentangan dengan kodrat alam, dan sebagainya.
Sikap ini disebut Entosentrisme, Kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan sendiri sebagai suatu yang prima, terbaik, mutlak, dan dipergunakan sebagai tolak ukur untuk menilai dan membedakan dengan kebudayaan lain.
Entosentrisme nampaknya merupakan gejala sosial yang universal, dan sikap yang demikian biasanya dilakukan secara tidak sadar. Dengan demikian entrosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolak ukur kebudayaan sendiri. Sikap ini dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung, tidak luwes.
Sumber :
https://widodorhd.wordpress.com/prasangka-diskriminasi-dan-etnosentrisme/
http://ilmusosialdasar-lintang.blogspot.com/2012/10/prasangka-diskriminasi-dan-etnosentrisme.html
http://pemuda-dan-sosialisasi.blogspot.com/p/bab-9-prasangka-diskriminasi-dan.html
https://disclamaboy.wordpress.com/2010/12/16/bab-10-prasangka-diskriminasi-dan-etnosentrisme/
Dikutip pada tanggal : 26 Desember 2018 Pukul 21.23 WIB
https://widodorhd.wordpress.com/prasangka-diskriminasi-dan-etnosentrisme/
http://ilmusosialdasar-lintang.blogspot.com/2012/10/prasangka-diskriminasi-dan-etnosentrisme.html
http://pemuda-dan-sosialisasi.blogspot.com/p/bab-9-prasangka-diskriminasi-dan.html
https://disclamaboy.wordpress.com/2010/12/16/bab-10-prasangka-diskriminasi-dan-etnosentrisme/
Dikutip pada tanggal : 26 Desember 2018 Pukul 21.23 WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar