Ricuh Demo Mahasiswa Unnes, Mobil Rektor Tabrak Mahasiswa
Kamis, 07 Juni 2018, sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Semarang melakukan aksi demonstrasi berlangsung ricuh. Aksi demo ini merupakan aksi dalam rangka menuntut pembatalan diadakannya uang pangkal yang berkisar 5 hingga 25 juta rupiah untuk mahasiswa baru yang masuk melalui jalur mandiri.
Mahasiswa berniat menemui rektor yang ada di dalam Gedung Rektorat. Tapi rektor malah mau kabur naik mobil. Mobil yang ditumpangi Rektor Unnes nekad menabrak beberapa mahasiswa yang melakukan
penghadangan di depan Gedung Rektorat. Petugas keamanan datang untuk mencoba mengamankan mahasiswa. Usai menabrak beberapa mahasiswa, mobil rektor pun langsung kabur.
penghadangan di depan Gedung Rektorat. Petugas keamanan datang untuk mencoba mengamankan mahasiswa. Usai menabrak beberapa mahasiswa, mobil rektor pun langsung kabur.
Sikap keberatan dan penolakan mahasiswa Unnes terhadap kebijakan kampusnya inipun telah disampaikan dalam beberapa kali pertemuan dengan pihak Universitas, namun tetap saja tidak direspon hingga mahasiswa akhirnya memutuskan untuk turun ke jalan melakukan demonstrasi.
Menurut saya, aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa ini cukup membahayakan diri mereka sendiri dengan menghadang mobil Rektor walaupun tujuannya untuk memberikan aspirasi. Namun hal yang dilakukan Rektor dengan menabrakkan mobilnya ke mahasiswa pun sungguh tidak manusiawi. Seharusnya Rektor menanggapi aspirasi dari mahasiswa ini bukannya malah membahayakan nyawa mereka. Hingga ada yang terluka akibat peristiwa ini. Harus ada kebijakan dari pimpinan universitas berupa penegasan kepada rektor tersebut dan juga soalisasi terhadap mahasiswa untuk tidak melakukan aksi yang anarkis.
Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180608014458-20-304480/ricuh-demo-mahasiswa-unnes-mobil-rektor-tabrak-mahasiswa
Dikutip pada tanggal : 08 Juni 2018 Pukul 02:56 WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar