Sabtu, 18 April 2020

Proses dan Pendekatan Manajemen Layanan

I. Spesification of Services and Business Models 

A. Business models with a CANVAS template

Model bisnis ini terdiri dari 9 pilar utama yang merangkum proses bisnis mulai dari value perusahaan, segmen pelanggan, hingga struktur finansial. Dengan kesembilan blok ini, sebenarnya sudah bisa memvalidasi satu ide bisnis. 

Oleh karenanya, membuat bisnis model canvas adalah hal awal yang biasanya dibutuhkan seorang pengusaha pemula.

1. Customer Segments

Bagian ini menjelaskan pelanggan potensial dari produk. Bisa juga berisi profil orang yang memiliki masalah yang akan dipecahkan. Untuk model bisnis ecommerce yang berkembang sekarang ini, customer segment mencakup penjual barang dan pembeli.

2. Value Propositions 

Blok ini berisi tentang nilai tambah yang akan membuat bisnis terlihat lebih menarik dan berbeda dengan bisnis lainnya. Biasanya berupa solusi atau inovasi yang ditawarkan dan menjadi keunggulan utama perusahaan. 

3. Channel

Channel adalah media yang digunakan untuk menjembatani solusi yang ditawarkan untuk sampai ke konsumen. Channel ini bisa berupa website, online advertisement, aplikasi, bahkan seorang sales person.

4. Customer Relationships

Jika channel lebih banyak menjangkau orang yang belum tahu tentang produk yang ditawarkan, maka customer relationship adalah kebalikannya. Harus terlebih dahulu tahu bagaimana cara bisnis agar bisa terus keep in touch dengan para pelanggan. 

5. Revenue Streams

Pada kedua blok bagian bawah (cost & revenue), perlu menjabarkan struktur finansial dari perusahaan. Di bagian revenue, tentu yang perlu dituliskan adalah produk/jasa apa saja yang dapat memberikan pemasukan. 

6. Key Activities

Blok ini adalah bagian yang menjelaskan bagaimana bisa menciptakan value preposition perusahaan. Jika bisnis tersebut adalah product-based, maka inovasi teknologi dalam proses pembuatan produk bisa menjadi key activities. 

7. Key Resources

Sumber daya utama, key resources merupakan kolom yang akan menjelaskan asset strategis perusahaan. Aset ini bisa berupa bahan baku produk, infrastruktur yang dibutuhkan dan semacamnya. 

8. Key Partnerships

Tidak ada bisnis besar yang berjalan sendiri, dalam menjalankan sebuah aktivitas bisnis, tentu membutuhkan mitra. Disinilah tempat untuk memasukkan mitra strategis yang dimiliki. Dalam konteks bisnis, mitra bisa berupa supplier, vendor, agensi, dan sejenisnya. 

9. Cost Structure

Pada bagian terakhir ini, harus menentukan biaya apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan keseluruhan aktivitas bisnis. Untuk mempermudah,struktur biaya dapat diisi berdasarkan isian pada kolom key activities, key resources, dan channel. 

B. Market understanding 

Understanding market atau pemahaman pasar dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya :
- Mengidentifikasi kebutuhan
- Dengan memahami segmentasi pasar
- Dengan memahami lanskap kompetitif
- Mengevaluasi pesan-pesan yang direspon oleh pelanggam
- Menganalisis nilai dan persepsi dari produk usaha
- Mengukur ukuran pasar dan kemungkinan tingkat pertumbuhan 

C. The empathy map 

Empathy map adalah sebuah alat yang dapat membantu kita untuk menganalisa bagaimana kita bisa mengetahui apa yang dirasakan, apa yang dipikirkan, dan apa yang dilakukan pelanggan kita. Hal ini bisa dilakukan melalui studi literatur tentang perilaku pelanggan atau melalui survey dan observasi. 

D. Service portfolio 

Portofolio layanan, yang memberikan pandangan manajemen-tingkat semua layanan TI ketika mereka bergerak melalui siklus hidup layanan, adalah sistem manajemen penting dalam ITIL. Ia memiliki tiga bagian :
  • Pipa layanan yang memegang informasi tentang layanan yang berada di bawah pengembangan.
  • Katalog layanan yang memegang rincian semua layanan baik yang sudah di produksi atau siap untuk pindah ke produksi.
  • Pensiunan jasa yang telah dihentikan dari penggunaan operasional. Portofolio layanan karena itu memberikan gambaran lengkap dari semua layanan dalam pengembangan untuk pengiriman masa depan, layanan produksi dan jasa yang telah datang ke akhir masa produktif. Ini adalah dasar untuk mengelola siklus penuh untuk semua layanan dalam hal kebutuhan bisnis mereka, kasus bisnis untuk investasi, sumber daya keuangan dan lainnya yang diperlukan untuk pengembangan layanan dan operasi, risiko yang terkait dengan pembangunan dan pengoperasian layanan dan, mana yang relevan, bagaimana layanan akan dibanderol. 
Tujuan dari manajemen portofolio layanan (SPM) adalah untuk memastikan bahwa keputusan untuk berinvestasi dalam layanan IT yang sehat dan sepenuhnya selaras dengan kebutuhan dan prioritas bisnis. Setelah keputusan dibuat untuk berinvestasi, investasi harus dikelola melalui siklus hidup, dan SPM tujuan di sini adalah untuk memastikan bahwa investasi memberikan nilai optimal bagi organisasi. Sebagai sistem pendukung manajemen, portofolio layanan memungkinkan organisasi untuk menjawab pertanyaan strategis tentang layanan, pelanggan dan harga, serta membantu mengatur prioritas dan alokasi rencana sumber daya. 

II. Service Management

Manajemen pelayanan merupakan seperangkat kemampuan organisasi khusus untuk memberikan hasil kepada pelanggan dalam bentuk layanan. Kemampuan khusus organisasi ini meliputi proses, kegiatan, fungsi dan peran yang menggunakan penyedia layanan dalam memberikan layanan kepada pelanggan mereka, serta kemampuan untuk membangun struktur organisasi yang cocok, mengelola pengetahuan dan memahami bagaimana memfasilitasi hasil yang menciptakan nilai. 

Manajemen layanan memiliki hak yang jelas untuk menganggap dirinya sebagai sebuah profesi, dan latihan disiplin manajemen pelayanan sebagai praktek profesional dilakukan dan didukung oleh komunitas global ditarik dari semua sektor pasar. 

Manajemen Pelayanan dapat menyediakan pelayanan sebagai berikut :
  • Memahami layanan yang mereka sediakan baik dari konsumen dan perspektif penyedia
  • Memastikan bahwa layanan benar-benar agar peanggan mendapatkan yang diinginkan
  • Memahami nilai service tersebut kepada pelanggan mereka dan karna mereka yang terpenting
  • Memahami dan mengelola semua biaya dan risiko yang berkaitan dengan pemberian layanan tersebut. 

Ada 5 Standar Manajemen Layanan Teknologi Informasi, diantaranya :

1. Service Strategy

Mengisyaratkan bahwa setiap organisasi semacam perusahaan harus memiliki sebuah Strategi Pelayanan yang menjadi panduan bagi setiap aktivitas “services” yang terjadi dalam perimeter organisasi. Secara prinsip,strategi ini berisi bagaimana cara dan mekanisme yang dianut serta perlu dilakukan oleh seluruh pemangku kepentinganorganisasi di dalam usahanya untuk memberikan layanan yang baik.

2. Service Design

Memperlihatkan bagaimana organisasi merancang ekosistem (infrastruktur dan superstruktur) teknologi informasi untuk memenuhi atau melayani para pemangku kepentingannya. Melalui desain ini, diharapkan tercipta suatu lingkungan kondusif bagi divisi teknologi informasi dalam memberikan layanan prima ke segenap individu, kelompok,dan unit/divisi pengguna pada organisasi.

3. Service Transition

Menggambarkan bagaimana organisasi bertransformasi atau menjalankan perubahan menujurancangan lingkungan pelayanan yang diinginkan. Tahapan transisi ini harus dikawal dengan sebaik-baiknya agar efektifdan tidak terjadi chaos.

4. Service Operation

Mendeskripsikan secara detail dan jelas mengenai inti dari rangkaian proses manajemen, yaitupengelolaan pelayanan itu sendiri pada tahap operasionalnya. Di sinilah para pelanggan internal maupun eksternal(pemangku kepentingan) akan mendapatkan langsung manfaat dari keberadaan teknologi informasi dan komunikasi.

5. Service Improvement

Mengingatkan perlunya dilakukan perbaikan berkesinambungan terus menerus darimasa ke masa. Hal ini tidak saja berarti bahwa organisasi yang bersangkutan senantiasa belajar dan selalu berkembangdari masa ke masa, namun mengandung makna bahwa organisasi selalu siap menghadapi berbagai perubahan karenadinamika global.

ITSM 

ITSM atau Manajemen Layanan Teknologi Informasi adalah suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. ITSM merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi bisnis yang terpusat pada teknologi. Istilah ITSM tidak berasal dari suatu organisasi, pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa inipun tidak jelas kapan dimulainya.

ITSM berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses (seperti TQM, Six Sigma, Business Process Management, dan CMMI). Disiplin ini tidak memedulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan berfokus pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan TI dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi informasi.

ITSM umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang disebut operations architecture, arsitektur operasi) dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan perangkat lunak komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.

Sesuai dengan fungsi ini, ITSM sering dianggap sebagai analogi disiplin ERP pada TI, walaupun sejarahnya yang berakar pada operasi TI dapat membatasi penerapannya pada aktivitas utama TI lainnya seperti manajemen portfolio TI dan rekayasa perangkat lunak.

Sumber :
https://karinov.co.id/contoh-bisnis-model-canvas/
https://sapioresearch.com/market-understanding-research
https://blog.beon.co.id/gunakan-empathy-map-untuk-mengenali-pelanggan-anda/
https://adrivit.wordpress.com/2016/06/25/10-layanan-manajemen-portofolio/
https://gustianhd.wordpress.com/2016/04/17/manajemen-pelayanan/
http://deasheilamatulessy.blogspot.com/2019/03/manajemen-layanan-teknologi-informasi.html

PELUANG DAN TANTANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM INDUSTRI 4.0

KELOMPOK 3 DAFFA TSANY SEMBODO (11118617) DENNIS FERDIAN (11118749) MUHAMMAD CHALIF CHAIDIR (14118521) QABILIE AUZA’IE M ASAS (15118684) RAD...